Monday, January 12, 2015

charlie hebdo sang karikatur kafir laknatullah

Dede Priatna
masih inget pristiwa isra mikraj?
masih ingat pristiwa pindahnya kiblat?
pristiwa tersebut pada hakikinya
memiliki nilai yakni membedakan org
beriman yng sam'ina Wa Aktoqna
sama orng munafik yg ngaku beriman,.
sekarang kasus si carlie hebdo,.
merupakan momentum melihat siapa
orng munafik , jgn di jadikan
islamphobia alasan tuk tdk membela
harkat martabat Rasullullah,. 2
mujahidin yg tewas sempat berdakwah
sebelum syahid di sana,. yg tidak
mendukung aksi itu hanya orang kafr
dan munafik, liahat pemimpin barat yg
unjuk rasa, padahal mereka membunuh
ribuan kaum muslimin. sebuah
Paradoks kejahatan''!
Suka · Sunting · 1 jam yang lalu
Ali Kusnadi
Kl di eropa memang seharusnya jangan
pakai kekerasan karena minoritas. Kl
disini ada yg menghina nabi kita ya
kita sikat
Suka · Laporkan · 56 menit yang lalu
Harry Sufehmi
@Egi kalau begitu menarik juga untuk
mengkaji beberapa hal berikut ini :
# Berapa penghina yang dihukum
mati ? Dan berapa yang diampuni Nabi
di Fathu Makkah ?
# Yang dihukum mati; apakah mereka
muslim atau kafir ?
# Yang dihukum mati; apakah ada
kondisi lebih lanjut di sekitar insiden
ybs ? Misal: memprovokasi banyak
orang, sudah diperingatkan berkali-
kali, dst
Lalu dibandingkan dengan insiden
Hebdo, maka kita bisa mulai menarik
kesimpulan sendiri tentu sambil
terus menggali soal ini, karena
cakupannya sangat luas. Tidak
sesederhana yang dikira beberapa
orang.
Disunting · Suka · Laporkan · 43 menit
yang lalu
Egi Adithia Pradana
bukankah charlie sendiri sudah di
peringatkan beberapa kali? lalu
bagaimana dengan berita pemecatan
staf yang membuat karikatur yang
berkaitan semit?
Suka · Laporkan · 42 menit yang lalu
Egi Adithia Pradana
pak harry pernah dengar kita b Ash
Sharim Al Maslul ‘Ala Syatim Ar Rasul,
Ibnu Taimiyah?
Suka · Laporkan · 41 menit yang lalu
Egi Adithia Pradana
mungkin jelasnya di situ
Suka · Laporkan · 41 menit yang lalu
Harry Sufehmi
Hebdo jelas salah, dia sudah
memprovokasi, lalu double-standard
pula.
Fokus saya adalah pada pembunuhnya:
# Apakah sudah benar yang dia
lakukan?
# Apakah memang itu hukuman yang
layak untuk ybs?
# Apakah dia berhak melakukan itu?
Atau sebetulnya dia tidak berhak,
karena hak tsb ada di tangan (institusi)
yang lainnya?
Itu bisa lebih jelas dengan meneliti
beberapa poin yang saya sebutkan
sebelumnya.
Disunting · Suka · Laporkan · 39 menit
yang lalu
Egi Adithia Pradana
klo dari kitab itu sudah benar, klo pun
salah maka berlaku qishos, apakah
harus ada institusi? tidak harus sebab
institusi yang ada pun di sebut
khowarij/brutal oleh orang lain
Suka · Laporkan · 36 menit yang lalu
Dede Priatna
@ Harry Sufehmi ,. anda jarang baca
Al-Quran dan Hikayat, dan riwayat
ap??? "Sesungguhnya orang-orang
yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya.
Allah akan melaknatinya di dunia dan
di akhirat, dan menyediakan baginya
siksa yang menghinakan" (QS Al Ahzab
[33]: 57). Ayat di atas, menjelaskan
tentang ancaman dan hukuman bagi
orang- orang yang menghina Nabi
Muhammad SAW. Sababu'n Nuzul
(Sebab Turun)nya Ayat Imam Ibnu Abi
Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas
RA berkata, "Ayat ini turun berkenaan
dengan orang- orang yang menghina
Nabi SAW ketika menikah dengan
Shafiyyah binti Huyay bin Akhthab RA.
Sementara Adh Dhahhak meriwayatkan
dari Ibnu Abbas RA, bahwa ayat ini
turun berkaitan dengan Abdullah bin
Ubay dan kawan-kawannya yang
menghina siti Aisyah RA. Maka, Nabi
SAW langsung menyampaikan khutbah
seraya bersabda. "Siapa yang
memaklumiku dari seseorang yang
menyakitiku dan. menghimpun di
rumahnya orang-orang yang
menghinaku", lalu turunlah ayat
tersebut (At Tafsir Al Munir XXII/95) .
Meskipun begitu, menurut Imam Ibnu
Katsir, yang tampak bahwasanya ayat
ini berlaku umum untuk semua orang
yang meyakiti Rasulullah SAW dengan
cara apa pun. Dan barangsapa yang
meyakiti Nabi SAW, maka benar-benar
ia telah meyakiti Allah. Sebagaimana
siapa yang mentaati Nabi SAW, maka
sesungguhnya ia telah mentaati Allah
SWT (Tafsir Ibnu Katsir IV/249).
Celaan dan Hinaan bagi Da'i
Merupakan Sunnatullah dalam Dakwah
Termasuk sunnatullah dalam dakwah,
bahwa para pembawa risalah dakwah
pasti akan menghadapi berbagai
macam tantangan, rintangan dan ujian.
Semua itu bagi juru dakwah akan
merupakan tazkiyah (penyucian) jiwa
dari kotoran-kotoran jahiliyah,
pembersihan (tath-hir) hati dan ujian
bagi kejujuran orientasi. Sebab,
dengan adanya beragam bentuk ujian,
maka akan terseleksi siapa yang jujur
dan siapa yang bohong. Juga, dengan
mudah terfilter siapa yang hanya
menghrapkan dunia dan siapa yang
mengharapkan akhirat. Bahkan, ujian
itu sendiri sesungguhnya merupakan
konsekwensi dari iman. Allah SWT
telah menjelaskan hal ini dalam
firman-Nya, "Apakah manusia itu
mengira bahwa mereka dibiarkan
(saja) mengatakan: "Kami telah
beriman", sedang mereka tidak diuji
lagi? Dan sesungguhnya Kami telah
menguji orang-orang yang sebelum
mereka, Maka sesungguhnya Allah
mengetahui orang-orang yang benar
dan sesungguhnya Dia mengetahui
orang-orang yang dusta" (QS Al
'Ankabut [29]: 2-3). Dan orang yang
paling sering dan banyak mendapatkan
celaan dan hinaan adalah Nabi
Muhammad SAW. Dahulu, orang-orang
kafir Quraisy menggunakan beragam
cara dalam melakukan pelecehan
terhadap Nabi SAW, seperti dengan
menyakiti fisik beliau, mengganggu
dan mengalihkan perhatian masyarakat
dari mendengar dakwah dan ayat yang
disampaikan Nabi, menghina ayat-ayat
Al Qur'an yang merupakan mukjizatnya
yang agung, memboikot dan berusaha
membunuh beliau. Termasuk
pelecehan terhadap Rasulullah SAW
adalah dengan melontarkan tuduhan-
tuduhan keji dan batil terhadap beliau.
Seperti menuduh Nabi sebagai penyair
(QS Al Anbiyaa' [21]: 5), dukun (QS Al
Haaqqah [69]: 42), tukang sihir,
pembohong (QS Shaad [38]: 4), orang
gila (QS Ash Shaaffaat [37]: 36) dan
lain-lain. Ancaman bagi Penghina Nabi
Muhammad SAW Ayat di atas
menerangkan ancaman dan hukuman
bagi orang-orang yang menyakiti Nabi
SAW dengan menghina, mecela dan
melecehkan manusia terbaik di jagat
raya ini, yaitu: Pertama: Dilaknat oleh
Allah SWT di dunia dan akhirat. Yakni
dijauhkan dari rahmat Allah di dunia
dan akhirat. Hal ini berarti jauh
keberkahan, kemakmuran,
kesejahteraan hidup, pertolongan Allah
dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Kedua: Disiapkan baginya siksa yang
menghinakan di neraka Jahannam.
Ketika menafsirkan ayat berikut, "Jika
mereka merusak sumpah (janji)nya
sesudah mereka berjanji, dan mereka
mencerca agamamu, maka perangilah
pemimpin- pemimpin orang-orang
kafir itu. Karena sesungguhnya mereka
itu adalah orang-orang (yang tidak
dapat dipegang) janjinya, agar supaya
mereka berhenti" (QS At Taubah [9]:
12), Imam Al Qurthubi mengatakan,
"Sebagian ulama menggunakan ayat ini
sebagai dalil atas wajibnya dibunuh
setiap orang yang mencerca agama
Islam karena dia telah kafir ... Imam
Ibnu'l Al-Mundzir berkata, “Umumnya
para ulama telah sepakat (ijma'),
bahwa orang yang mencela dan
menghina Nabi SAW harus dibunuh. Di
antara ulama yang berpendapat
demikian adalah imam Malik, Laits,
Ahmad, dan Ishaq, dan ini adalah
madzhab Syafi'i”.
Disunting · Suka · Sunting · 20 menit
yang lalu
Dede Priatna
semoga semua menjadi paham,. kaji
dulu Al-Quran, Hadit's , riwayat,
hikayat, baru komentar, jgn cuma bisa
ijtihad tanpa landasan.
Suka · Sunting · 21 menit yang lalu